Jakarta- Selasa (23/06), Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) mengadakan sebuah Webinar yang diikuti oleh para Mahasiswa/i dengan tema Berkreasi di Era Perubahan Teknologi Revolusi Industri 4.0 yang di isi oleh beberapa pembicara Dr. Radita Gora (Dosen), Risqi Inayah (Dosen), Astrid Savitri (Pengiat Media Sosial), Yadi Kusmayadi (Senior Manager HSE).
Saat ini kita hidup di Era 4.0, menimbulkan disrupsi menyeluruh di berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Masalahnya dalam Revolusi Industri 4.0 tidak hanya dapat dijawab dengan menciptakan teknologi baru atau mengadaptasi teknologi yang sudah ada, yang lebih penting pengembangan kreativitas yang dapat mengarah pada inovasi yang berkelanjutan.
dengan berkembang pesat nya sebuah teknologi kita berada di Era Digital dengan kemudahan yang kita dapatkan. Disprusi sudah terjadi di masa pra pandemi, dipaksa untuk memiliki kebiasaan baru New Habit Technology.
"Di masa Pandemi kenaikan penggunaan Smartphone meningkat hingga 79% , penggunaan Laptop meningkat sebanyak 45%. bukan hanya itu social platfroms seperti Facebook pun 2,498, Youtube dan Whatsapp 2,000." ujar Radita Gora, selaku Pembicara Webinar.
Perubahan Kehidupan Normal yang Baru (New Normal Life) mengandalkan Teknolgi, seperti perubahan pola bekerja, belajar, hingga ibadah yang hanya mengandalkan koneksi internet dan juga teknologi seperti Komputer, Laptop, Smartphone. bukan hanya itu Perubahan kebiasaan baru dan norma baru pun berlaku.
Teknologi Membunuh Kreativitas, Kreativitas merupakan sifat esensial, juga salah satu ketrampilan paling bernilai yang dimiliki manusi. tetapi ketika terganggu secara digital atau ketika menggunakan teknologi tanpa kesadaran, kreativitas kita akan berkurang atau bisa sampai hilang.
Teknologi Meningkatkan Kreativitas, dalam hal ini kreativitas manusia meningkat seiring dengan kemajuan teknolgi karena setiap orang cendrung terus menerus mencari dan menemukan informasi baru yang tidak diketahui sebelumnya.
"Salah satu ketakutan terbesar Manusia adalah tidak tau apa yang akan terjadi." Ujar Astrid, selaku Pengiat media sosial.
"Berfikir Kreatif itu memang tidak mudah dan membutuhkan banyak upaya. Barangkali itu sebabnya banyak orang tidak menganggap dirinya kreatif. Kabar baiknya, berfikir kreatif adalah keterampilan yang bisa dipelajari dan dikembangkan setiap orang, dan semua tu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan presisten dan disiplin." tutup Astrid.
"Teknologi hanyalah perangkat, namun Manusia adalah Inti Utama kecerdasan" tutup Radita Gora.
Jadi inti dari pembahasan Webinar ini di Era Revolusi Industri kita dihadpkan dengan berbagai Teknologi dengan kecanggihan nya dan membuat kemudahan bagi kita pengguna nya akan tetapi kita harus bisa mengkontrol baik buruk nya teknologi. jangan hanya teknologi yang semakin canggih kita sebagai pengguna pun harus mengupgrade daya fikir kita agar kita bisa berfikir kreatif dan membuat inovasi yang berkelanjutan.

