Jumat, 26 Juni 2020

Webinar Berkreasi di Era Perubahan Teknologi Revolusi Industri 4.0


Jakarta- Selasa (23/06), Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) mengadakan sebuah Webinar yang diikuti oleh para Mahasiswa/i dengan tema Berkreasi di Era Perubahan Teknologi Revolusi Industri 4.0 yang di isi oleh beberapa pembicara Dr. Radita Gora (Dosen), Risqi Inayah (Dosen), Astrid Savitri (Pengiat Media Sosial), Yadi Kusmayadi (Senior Manager HSE).

Saat ini kita hidup di Era 4.0, menimbulkan disrupsi menyeluruh di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Masalahnya dalam Revolusi Industri 4.0 tidak hanya dapat dijawab dengan menciptakan teknologi baru atau mengadaptasi teknologi yang sudah ada, yang lebih penting pengembangan kreativitas yang dapat mengarah pada inovasi yang berkelanjutan. 

dengan berkembang pesat nya sebuah teknologi kita berada di Era Digital dengan kemudahan yang kita dapatkan. Disprusi sudah terjadi di masa pra pandemi, dipaksa untuk memiliki kebiasaan baru New Habit Technology. 

"Di masa Pandemi kenaikan penggunaan Smartphone meningkat hingga 79% , penggunaan Laptop meningkat sebanyak 45%. bukan hanya itu social platfroms seperti Facebook pun 2,498, Youtube dan Whatsapp 2,000." ujar Radita Gora, selaku Pembicara Webinar.

Perubahan Kehidupan Normal yang Baru (New Normal Life) mengandalkan Teknolgi, seperti perubahan pola bekerja, belajar, hingga ibadah yang hanya mengandalkan koneksi internet dan juga teknologi seperti Komputer, Laptop, Smartphone. bukan hanya itu Perubahan kebiasaan baru dan norma baru pun berlaku.

Teknologi Membunuh Kreativitas, Kreativitas merupakan sifat esensial, juga salah satu ketrampilan paling bernilai yang dimiliki manusi. tetapi ketika terganggu secara digital atau ketika menggunakan teknologi tanpa kesadaran, kreativitas kita akan berkurang atau bisa sampai hilang.

Teknologi Meningkatkan Kreativitas, dalam hal ini kreativitas manusia meningkat seiring dengan kemajuan teknolgi karena setiap orang cendrung terus menerus mencari dan menemukan informasi baru yang tidak diketahui sebelumnya.

"Salah satu ketakutan terbesar Manusia adalah tidak tau apa yang akan terjadi." Ujar Astrid, selaku Pengiat media sosial.

"Berfikir Kreatif itu memang tidak mudah dan membutuhkan banyak upaya. Barangkali itu sebabnya banyak orang tidak menganggap dirinya kreatif. Kabar baiknya, berfikir kreatif adalah keterampilan yang bisa dipelajari dan dikembangkan setiap orang, dan semua tu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan presisten dan disiplin." tutup Astrid.

"Teknologi hanyalah perangkat, namun Manusia adalah Inti Utama kecerdasan" tutup Radita Gora.

Jadi inti dari pembahasan Webinar ini di Era Revolusi Industri kita dihadpkan dengan berbagai Teknologi dengan kecanggihan nya dan membuat kemudahan bagi kita pengguna nya akan tetapi kita harus bisa mengkontrol baik buruk nya teknologi. jangan hanya teknologi yang semakin canggih kita sebagai pengguna pun harus mengupgrade daya fikir kita agar kita bisa berfikir kreatif dan membuat inovasi yang berkelanjutan.


Kamis, 18 Juni 2020

INFOGRAFIS



Peran Anak Muda di Tengah New Normal Covid-19

Talk Show Online 
“Peran Anak Muda di Tengah New Normal Covid-19” 






Jakarta- Selasa (16/06), Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) mengadakan acara Talk Show Online dengan mengundang beberapa pembicara dari Youtuber, Podcaster, Selebgram, hingga Entrepreneur melalui aplikasi zoom dan live Youtube. 
Isi Talkshow tersebut membicarakan bagaimana para kaum mileniel atau kaum muda tetap produktif di tengah pandemi ini. 
“Kenali diri sendiri, menentukan tema dan konsep. Jangan malas harus berkarya dengan kreatif” kata Bayu selaku Podcaster. 
Banyak penggalangan dana yang diselenggarakan dengan ngamen digital yaitu mengundang para musisi untuk berkolabrasi secara virtual. Dengan cara ini kita tetap dapat membantu masyarakat yang sangat terdampak akan pandemi ini. 
Banyak pengusaha yang tutup atau gulung tikar akibat pandemi ini tetapi tidak dengan pembicara kita yang satu ini Achmad Budiman. “Kita harus percaya diri dan mempunyai keinginan untuk menciptakan produk baru, tetap semangat menjalani usaha walaupun di tengah kondisi merebaknya Covid-19”. Ujar Achmad Budiman selaku Entrepreneur. 
Dengan adanya Talk Show ini membuat kita menjadikan inovasi dan motivasi agar kedepan nya kita bisa membuat sesuatu yang sangat berguna bagi orang lain.

Kamis, 04 Juni 2020

Menghadapi New Normal DKI JAKARTA

Jakarta- Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) merupakan salah satu cara pemerintah untuk menurunkan tigkat penyebaran wabah virus Covid-19, sudah beberapa bulan di berlakukan nya PSBB ini dan saat ini pemerintah pun membuat kebijakan mengenai New Normal. New Normal adalah tatanan baru untuk beradpatsi dengan Covid-19, dalam hal ini pemerintah sudah menyiapkan New Normal ini dengan membuka berbagai sektor dan fasilitas umum. Tetapi,  Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menyoroti ketidaksinkronan kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan pemerintah pusat. Dengan ketidaksingkronan dalam mengambil keputusan Menurutnya, kebijakan tersebut tidak sesuai dengan keinginan pemerintah pusat agar era tatanan kehidupan normal baru alias new normal mulai diterapkan dalam menyikapi pandemi virus corona saat ini. Ia berharap Anies bisa berkoordinasi dengan pemerintah pusat di hari mendatang. "Harapan saya, Gubernur DKI Jakarta berkoordinasi dengan pemerintah pusat karena saya lihat ada ketidaksinkronan antara rencana dan program pemerintah pusat dengan apa yang dilakukan DKI Jakarta," kata Saleh saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Kamis (4/6). Dki Jakarta memutuskan untuk tetap memperpanjang PSBB. "(Pemerintah) pusat sudah mau new normal, melakukan pelonggaran, sementara DKI Jakarta tetap PSBB. Bahkan, di dalam pernyataan media tadi dikatakan bahwa pelanggaran akan tetap ditindak, berarti belum ada perubahan," imbuhnya. "Ini kan katanya masa transisi, ini sampai kapan? Katanya untuk dievaluasi lagi, minimal dikasih tahu kapan dievalusi. Dengan demikian, orang punya jadwal untuk menyesuaikan," tutur Ketua DPP PAN itu. "Mendukung dan menjadi contoh penerapan kebijakan yang terukur serta tidak tergesa-gesa. Bisa menjadi contoh bagi daerah lain," ucapnya.Mufida pun mengutarakan bahwa pelaksanaan masa transisi PSBB harus dilakukan secara tepat dengan tetap membatasi kapasitas masyarakat dalam suatu tempat, mewajibkan pelaksanaan protokol kesehatan, serta pemberian sanksi kepada masyarakat yang melanggarnya."Meskipun pemulihan ekonomi penting dan ada kepentingan untuk memperoleh PAD (pendapatan asli daerah), tapi pelonggaran dan pengaktifan kembali kegiatan ekonomi dilakukan secara bertahap, kapasitas dibatasi dan tetap dengan protokol yang ketat. Juga ada sanksi dan tetap dilakuian evaluasi," tutur Mufida. Pelaksanaan PSBB di DKI Jakarta yang telah berjalan sejak 10 April lalu, resmi diperpanjang kembali masa berlakunya. Anies mengatakan dengan perpanjangan PSBB tahap keempat, Jakarta memasuki fase transisi selama Juni."Kami di Gugus Tugas Covid DKI kita memutuskan untuk menetapkan status PSBB di DKI Jakarta diperpanjang dan menetapkan Juni sebagai masa transisi," kata Anies.Dalam masa transisi ini, kegiatan sosial ekonomi sudah bisa dilakukan secara bertahap dan ada batasan yang bakal diterapkan, dengan ada nya New Normal kita sebagai masyarakat harus menaati protocol kesehatan yang sudah di anjirkan guna menurunkan tingkat wabah yang sudah menyebar. Sumber : CNNIndonesia