Senin, 13 September 2021

Teknik Mencari dan Menulis Berita

“Kapolri Mendapatkan 73 Saksi Dalam Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan”


 

 




Jakarta – Setelah lama akhirnya Kombes Argo Yuwono melaporkan perkembangan pidana penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Dalam kasus ini penyidik serius dan penyidik bekerja dengan keras.

“Dalam kasus ini penyidik sudah melakukan beberapa dua metode yang digunakan penyidik.” Ungkap Argo selaku divisi Humas di gedung Mabes Polri, Selasa, (10/12/2019).

Dalam menentukan titik terang dalam kasus ini penyidik menggunakan dua metode induktif dan deduktif.

Metode yang di gunakan pertama, deduktif yang sudah dilakukan mulai menyisir TKP kejadian penyerangan air keras hingga mendapatkan 73 orang saksi mata, dan saksi inilah yang akan di evaluasi satu persatu keterangannya seperti apa yang telah terjadi dan dapat menyimpulkan siapa yang menjadi terduga.

Yang kedua, induktif menemukan barang bukti seperti CCTV yang terpasang di sekitar TKP, dan CCTV tersebut pun diambil dan menjadi perbandingan.

Setelah itu penyidik juga melakukan sketsa wajah pelaku dan meyebarluaskan kepada masyarakat agar menjadi sarana partisipasi warga untuk pelaku yang sedang dicari tersebut cepat diamankan oleh pihak penyidik.

Selain memeriksa  73 saksi, menyisisr TKP serta melakukan pemeriksaan CCTV hingga sketsa wajah, penyidik pun juga melakukan pra rekontruksi sebanyak 7 kali. Sehingga dapat menemukan bukti yang akurat yang terkait dalam penyerangan tersebut. 

 Jakarta- Mudik atau biasa kita kenal Pulang Kampung adalah kegiatan perantau/pekerja migran untuk pulang ke kampung halamannya Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran.


Di Hari Raya Idul Fitri ini lah kesempatan berkumpul dengan keluarga. Tapi rasanya kurang afdol jika saat ini kita dilarang untuk mudik di karenakan virus yang sedang menyebar.

Presiden Joko Widodo melarang masyarakat untuk mudik guna menghentikan penyebaran virus covid-19. 

“Tidak ada larangan kalau mudik antarwilayah Jabodetabek, boleh melakukan pergerakan,” ujar Syafrin kepada Kompas.com, belum lama ini.

Tetapi Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, mudik lokal antarwilayah di Jabodetabek dibolehkan dengan syarat harus mematuhi aturan PSBB.

Bagi pengguna sepeda motor, jumlah penumpang yang diperbolehkan maksimal dua orang. Dengan catatan, harus berada di alamat KTP yang sama. Dan juga harus mematuhi peraturan PSBB pengendara motor diwajibkan menggunakan masker dan sarung tangan, tak ketinggalan helm, saat bersilaturahim

Dirlantas Poda Metro Jaya Kombes Sambodo PurnoDirlantasmo Yogo mengatakan, pihaknya tak bisa melarang orang-orang yang bepergian dalam jarak dekat pada masa pandemi ini.


Mudikatau biasa kita kenal pulang kampungadalah kegiatan perantau/pekerja migran untuk pulang ke kampung halamannya Mudik di Indonesiaidentik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran.

Di Hari Raya Idul Fitri ini lah kesempatan berkumpul dengan keluarga. Tapi rasanya kurang afdol jika saat ini kita dilarang untuk mudik di karenakan virus yang sedang menyebar.

Presiden Joko Widodo melarang masyarakat untuk mudik guna menghentikan penyebaran virus covid-19. 

“Tidak ada larangan kalau mudik antarwilayah Jabodetabek, boleh melakukan pergerakan,” ujar Syafrin kepada Kompas.com, belum lama ini.

Tetapi Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, mudik lokal antarwilayah di Jabodetabek dibolehkan dengan syarat harus mematuhi aturan PSBB.

Bagi pengguna sepeda motor, jumlah penumpang yang diperbolehkan maksimal dua orang. Dengan catatan, harus berada di alamat KTP yang sama. Dan juga harus mematuhi peraturan PSBB pengendara motor diwajibkan menggunakan masker dan sarung tangan, tak ketinggalan helm, saat bersilaturahim

Dirlantas Poda Metro Jaya Kombes Sambodo PurnoDirlantasmo Yogo mengatakan, pihaknya tak bisa melarang orang-orang yang bepergian dalam jarak dekat pada masa pandemi ini.

22 Juli 2020

 Fasilitas Penunjang Perkuliahan Secara Online di Tengah Pandemi Covid-19


Hampir 1 semester Perguruan Tinggi Negri maupun Swasta memberlakukan kuliah sistem daring. Semua tugas, absensi, dan lainnya dilakukan secara online.
Yang dirasakan Mahasiswa/i hanya rasa kejenuhan akan tugas yang semakin menumpuk, tidak menggunakan fasilitas yang sudah disediakan tetapi kita tetap harus membayar kuliah.
Banyak sekali Mahasiswa/i turun kejalan untuk demo masalah pembayaran dan lainnya. Seperti kampus swasta di daerah jakarta barat melaukan aksi di depan gedung kementrian pendidikan dan kebudayaan.
Tidak hanya itu sebagian kampus swasta pun menyuarakan ketidak adilan melalui spanduk yang di tempel kan di depan gerbang kampus.
Mahasiswa/i meminta keadilan dari pihak kampus untuk keringanan pembayaran, karna Mahasiswa/i merasa tidak menggunakan fasilitas kampus dan semacamnya. Yang mereka gunakan hanya smartphone atau laptop itupun dengan kuota sendiri tidak mendapatkan subsidi kuota.
Dengan konsisi seperti ini banyak keluarga yang kesulitan perekonomian nya, jadi sangat butuh sekali keringan dari pihak kampus. Tetapi dengan kebijakan kampus akhirnya menurunkan surat edaran mengenai biaya potongan walaupun tidak seberapa tetapi kita harus bersyukur.
Melakukan kuliah sistem daring itu ada suka dan duka nya sebenernya, kita bahas senengnya dulu semenjak belajar dirumahkan otomatis kita yang biasa nya bangun pagi dan berangkat dengan kemacetan Ibukota ini kita masih bisa tertidur lelap tanpa harus memikirkan hal tersebut.
Dengan melakukan perkuliahan sistem daring pun kita merasa santai untuk mengerjakannya, bisa kapanpun saja.
Duka nya adalah fakir kuota pasti banyak beraneka ragam tipe dosen mengajar ada yang hanya mau share tugas, nge rangkum, dan juga ada yang maunya zoom terus. Permasalah dari kita itu biasanya pemborosan kuota yang sangat melonjak dari biasanya.
Tidak hanya itu terkadang tuh kita terlihat santai dan bahagia bisa melakukan aktivitas di rumah saja, nyata nya tidak seperti itu tugas yang hampir setiap hari ada dan tidak ada jeda jika ditinggal menjadi menumpuk terus dengan udara yang dihirup selalu sama ini terasa sangat membosankan.
Pelajaran yang diambil dari semua ini, selalu bersyukur dan menjaga kesehatan dan selalu jaga kebersihan, dan effect terbaiknya udara dijakarta semakin membaik sebelum adanya new normal ini.